Monday, 6 March 2017

POTRET HMI KOMISARIAT SABILILLAH



         Sebuah kata mutiara yang keluar dari bibir sang proklamator kemerdekaan Republik Indonesia Ir.Soekarno, yang tidak asing lagi bagi kalangan Akademisi dan khalayak ramai, ”JASMERAH” jangan Sekali-sekali Melupakan sejarah, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai sejarah, dan tidak melupakan sejarah. Demikian pula hal-nya dengan HMI Komisariat Sabilillah.
       Pada tahun 2009-2011 HMI Cabang Labuhanbatu Raya dipimpin oleh kakanda Muhammad Lubis selaku Ketua Umum dan Junaidi Mustafa Harahap selaku sekretaris umum. Pada Periodesasi inilah nama Komisariat Sabilillah ditentukan pada rapat khusus pembentukan nama komisariat, tepat-nya pada tanggal 25 Maret tahun 2010 pukul 17.45 Wib, dimana kakanda Sabaruddin Pohan pada saat itu Merekomendasikan  nama ‘Al_Hidayah’, kakanda Komaruddin Ritonga Merekomendasikan ‘Fii Sabilillah’ dan kakanda Muhammad Taslim Merekomendasikan nama Sabilillah. Setelah melakukan musyawarah yang alot terpilihlah nama ‘’Sabilillah’’ sebagai nama untuk komisariat yang berada disebuah Universitas  yang berbasis Al Washliah di Kabupaten Labuhanbatu. dan guna meneruskan perjuangan organisasi serta untuk mengairahkan kehidupan Himpunan Mahasiswa Islam di Universitas al-washliyah Labuhanbatu kakanda Muhammad Lubis selaku Ketua Umum HMI Cabang Labuhanbatu Raya mengutus kakandaJunaidi Musthafa Harahap pada tahun 2010 sebagai mandataris Pertama Pembentukan HMI Komisariat Sabilillah yang pada saat itu masih berstatus caretaker, namun seiring berjalan-nya waktu kakanda Junaidi Mustafa Harahap terpilih menjadi Ketua Umum HMI Cabang Labuhanbatu Raya periodesasi 2011-2012.
SOSOK PENGUKIR SEJARAH HMI KOMISARIAT SABILILLAH
1. JUNAIDI MUSTHAFA HARAHAP                     
MANDATARIS PERTAMA
2. KOMARUDDIN RITONGA                                    
MANDATARIS KEDUA
3. MUHAMMAD TASLIM                                           
PENCETUS NAMA SABILILLAH
4. SABARUDDIN POHAN                                          
ANGGOTA
5. ABDUL GHANI                                                          
KETUA UMUM PERTAMA
6. MUSTHAFIN HRP                                                      
PJS. KETUA UMUM
7. NURASYIAH RANGKUTI                                                             
ANGGOTA
8. RAHMAWATI HASDA
ANGGOTA
9.  AL_KHUMAIDI SIREGAR           

Dan seluruh kader serta alumni HMI Cabang Labuihanbatu Raya yang turut ikut membatu dalam setiap tetes keringat perjuangan HMI Komisariat Sabilillah.
          Dan pada periodesasi 2011-2012, kepengurusan HMI Cabang Labuhanbatu Raya dipimpin oleh kakanda Junaidi Mustahafa Harahap selaku Ketua Umum dan Hasbullah Rambe selaku Sekretaris Umum mengutus kakanda Komaruddin Ritonga selaku KABID PTKP sebagai Mandataris Ke-Dua komisariat caretaker Sabilillah, sampai pada tahun 2012 berhasil meninggalkan kader sebanyak 18 orang. Pada Periodesasi kepengurusan inilah, HMI Komisariat carateker Sabilillah melakukan Musyawarah Anggota ( MUSANG ) pertama Di Gedung Armina Reka Perdana Jl.Sirandorung dengan tiga orang kandidat, diantaranya Abdul Gani Rambe, Musthofin Harahap, dan Rahmawati Hasda. Setelah melakukan pemilihan langsung, akhirnya terpilihlah kakanda Abdul Gani Rambe kebagai Ketua Umum pertama HMI Komisariat Persiapan Sabilillah Periodesasi 2012-2013.
       Sebelum melakukan pelantikan Komisariat Persiapan Sabilillah, HMI Cabang Labuhanbatu Raya melakukan Rapat Pleno I yang menghasilkan kesepakatan yaitu melebur Komisariat-komisariat yang stagnan menjadi satu, maka dileburlah Komisariat Persiapan Amik Intelkom Global Indo ( ICGI ) dengan Komisariat Persiapan sabilillah, maka di sepakatilah untuk merubah nama Komisariat Persiapan sabilillah menjadi Komisariat Persiapan Amik Sabilillah.
    Pada tanggal 02 Maret 2012 sebagai ketua umum terpilih kakanda Abdul Gani Rambe melaksanakan Latihan Kader I ( Basic Training ) pertama bagi  HMI Komisariat Persiapan Amik Sabilillah bekerjasama dengan HMI Komisariat Persiapan Amik Stiekom Sumut  yang menjadi Basic Training ke 17 HMI Cabang Labuhanbatu Raya, yang kemudian setelah melaksanakan Basic Training tersebut barulah kakanda Abdul Gani Rambe melaksanakan pelantikan Komisariat Amik Sabilillah, sehingga kakanda Abdul Gani Rambe dilantik menjadi Ketua Umum HMI Komisariat Persiapan Amik Sabilillah dengan Sekretaris Umum kakanda Mustofin Harahap, dan Ayunda Khadijah Hasibuan selaku Bendahara Umum.
        Selain itu kakanda Abdul Gani Rambe dan Pengurus HMI Komisariat Persiapan Amik Sabilillah juga melaksanakan Basic Training angkatan ke 19 HMI Cabang Labuhanbatu Raya, tepatnya pada tanggal 26 April 2013 bekerja sama dengan HMI Komisariat Persiapan Unisla yang pada saat itu dipimpin oleh kakanda Irfan Efendi Dalimunthe, dan pada saat itu bertepatan Pengurus HMI Cabang Labuhanbatu Raya menghadiri Kongres HMI yang Ke-28 Jakarta.
      Pada tahun 2012 ketika itu juga, HMI Cabang Labuhanbatu Raya melaksanakan Rapat Pleno yang Ke-dua, setelah menimbang, mengingat, memperhatikan dan memutuskan maka HMI Komisariat Persiapan Amik Sabilillah dipisah kembali sehingga HMI Komisariat Persiapan Sabilillah berdiri sendiri dan masih dibawah kepemimpinan kakanda Abdul Gani Rambe.
      Setelah menjalani proses yang cukup panjang, pada tanggal 22 Oktober 2013 M bertepatan dengan 21 Djulhijjah 1434 H  dengan Nomor Surat 25/A/Sek/10/1434 H, kakanda Abdul Gani Rambe mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum HMI Komisariat Persiapan Sabilillah mengingat banyaknya konflik yang terjadi  baik internal dan eksternal komisariat serta adanya paksaan dari luar HMI Komisariat Sabilillah memaksa Kakanda Abdul Gani Rambe harus mengundurkan diri guna meredam konflik internal yang terjadi dan demi kemaslahatan HMI Komisariat Persiapan Sabilillah. Maka secara otomatis kakanda Musthofin Harahap selaku Sekretaris Umum menjadi Pejabat Sementara (Pjs) HMI Komisariat Persiapan Sabilillah guna menghantarkan HMI Komisariat Persiapan Sabilillah untuk melaksanakan Rapat Anggota Komisariat (RAK) sekaligus menjadi RAK pertama HMI Komisariat Persiapan Sabilillah.
          Pada hari Minggu tanggal 01 Desember 2013 M bertepatan dengan tanggal 27 Muharram 1435 H, kakanda Musthofin Harahap, ayunda Nur Asiyah Rangkuti serta kakanda Bima Pratama selaku penanggung jawab dari Cabang melaksanakan Rapat Anggota Komisariat (RAK) pertama HMI Komisariat Persiapan Sabilillah, bertempat di Sekretariat HMI Cabang Labuhanbatu Raya Jl.Simpang Mangga,Gang AMD dengan hasil, saudara Arifin Siregar terpilih menjadi Ketua Umum Komisariat Persiapan Sabilillah secara Aklamasi.
      Dan pada tanggal  16 Januari 2014 pengurus HMI Cabang Labuhanbatu Raya melantik kepengurusan HMI Komisariat Persiapan Sabilillah dibawah pimpinan saudara Arifin Siregar selaku Ketua Umum, Yulia Handre Safrina Siregar Selaku Sekretaris Umum, dan Saudari Febrianti Munthe selaku Bendahara Umum.
       Dengan suksesnya kakanda Musthofin Harahap, ayunda Nurasyiah Rangkuti dan Pengurus Komisariat Persiapan Sabilillah lainnya periode 2012-2013 mengantarkan formateur periodesasi 2013-2014 sampai kepada pelantikan, dan menyatakan sikap siap mengawal periodesasi 2013-2014 sampai selesai, maka ini sudah menjadi sebuah nilai yang patut di acungi jempol sebagai kemajuan HMI Komisariat Sabilillah.
Seiring berjalannya waktu dengan berbagai proses serta konflik dan dinamika, akhirnya saudara Arifin Siregar pun berhasil menaikkan status Komisariat Persiapan Sabilillah menjadi Komisariat penuh, dengan jumlah kader sebanyak 50 Orang.
Tidak terasa satu periodesasi telah berada di penghujung waktu, pada tanggal 05 Maret 2015 M bertepatan dengan 14 Jumadil  Awal 1436 H saudara Arifin pun melakukan Rapat Anggota Komisariat ( RAK ) Sabilillah yang Ke-dua yang bertempat di sekretariat HMI Komisariat Sabilillah di Jln. Sempurna No.007, yang menghasilkan terpilihnya saudara Doly Ahmad Tarmizi Simanjuntak sebagai Formateur/Ketua Umum HMI Komisariat Sabilillah secara Musyawarah Mufakat, yang ketika itu terdapat tiga orang kandidat yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum HMI Komisariat Sabilillah, yaitu Rosita Sari Dalimunthe, Rahmad Jainuri dan Doli Ahmad Tarmizi Simanjuntak .
Dan pada tanggal 16 Maret 2015 M bertepatan dengan 25 Dzumadil Awal 1436 H bertempat di Gedung KNPI Labuhanbatu, Pengurus HMI Cabang Labuhanbatu Raya melantik kepengurusan HMI Komisariat Sabilillah Periode 2015-2016 dibawah pimpinan saudara Doly A.T.Simanjuntak selaku Ketua Umum, Rahmansyah selaku Sekretaris Umum, dan Masitoh Siregar selaku Bendahara Umum.
Seiring Berjalannya waktu dengan berbagai proses dan dinamika yang dilewati , HMI Komisariat Sabilillah semakin lama semakin mandiri dan mapan, hingga pada ahirnya Pada tanggal 25 Maret 2016 kader-kader HMI Komisariat Sabilillah memperiangati hari lahir-nya HMI Komisariat Sabilillah yang ke VI untuk yang pertama kalinya diperingati, bertempat di Sekretariat HMI Komisariat Sabilillah di Jln. Dewi Sartika Komplek Perumahan Grand Raysa Indah No.13 Rantauprapat.     
          Tak terasa satu periodesasi telah berada di penghujung waktu, pada tanggal 09 Dzulhijjah  1437 H, bertepatan dengan11 September  2016, saudara Doly Ahmad Tarmizi Simanjuntak pun melakukan Rapat Anggota Komisariat ( RAK ) Sabilillah yang Ke-tiga bertempat di sekretariat HMI Komisariat Sabilillah di Jln. Dewi Sartika Komplek Perumahan Grand Raysa Indah No.13 Rantauprapat, yang menghasilkan terpilihnya saudara Mhd. Tafsir Tambunan sebagai Formateur/Ketua Umum HMI Komisariat Sabilillah periode 2016-2017 secara Musyawarah Mufakat, yang ketika itu terdapat dua orang kandidat yang menjadi calon Formateur/Ketua Umum HMI Komisariat Sabilillah, yakni saudara Rizky Syahbana Rambe dan Mhd. Tafsir Tambunan.
      Eksis dalam pergerakan internal dan eksternal, sudah barang kali tidak mengerankan lagi terdengar ditelinga kita, sebab kemandirian, kekompakan dan militansi kader-kader komisariat yang bermotkan “Perjuanganmu Bangkitmu yakin Usaha Sampai” ini lah, membuat komisariat ini menjadi bahan perbincangan banyak kalangan.
          Saat ini HMI Komisariat Sabilillah sudah hampir memasuki usianya yang ke-VII. Seperti ibarat anak-anak yang baru mengenyam pendidikan dasar, jelas HMI Komisariat Sabilillah pastilah mempunyai kekurangan dalam setiap gerakannya, baik itu di internal maupun eksternal, dan hal tersebut akan selalu dijadikan sebagai proses pembelajaran dalam sanubari diri kader-kadernya yang senantiasa berusaha menjadi insan yang hanief.
        Dan semoga saja di hari lahirnya yang ke-VII nanti, HMI Komisariat Sabilillah semakin eksis dan jaya, guna melanjutkan amanah konstitusi yang termaktub di dalam Pasal 4 AD HMI.
Akhir kalam, “Tak ada gading yang tak retak, begitu juga dengan manusia, tak ada  yang luput dari kesalahan”. Semoga apa yang kita harapkan senantiassa dalam ke-Ridho-an Allah SWT. Amiin Yaa Rabb.


Perjuanganmu, Bangkitmu
Yakun Usaha Sampai



Wednesday, 1 March 2017

MAHASISWA UNIVA LABUHANBATU TUNTUT KEBIJAKSANAAN WAKIL REKTOR III

(Doc. 1 Maret 2017)


      Rantauprapat,1 Maret 2017 di Kampus UNIVA Labuhanbatu, Ratusan Mahasiswa/i Univa Labuhanbatu yang terdiri dari berbagai jurusan, turun berdemonstrasi meminta Wakil Rektor III Univa Labuhanbatu (H.Irwansyah ritonga, S.Pd.I, SH, M.Hum) untuk memperjelas Permasalahan-permasalahan  yang sedang berkembang di kampus Univa Labuhanbatu.
          Aksi tersebut dimulai pada pukul 14.15 Wib. Dengan dimotori oleh Arifin Siregar (Koordinator Aksi I), Doly A.T Simanjuntak (Koordinator Aksi II), Mhd. Tafsir Tambunan (Koordinator Aksi III), Dan saudara Rahmad Jainuri (Kordinator lapangan I), Zainul Akmal Hrp (Kordinator lapangan II) serta M. Qobullah Siregar (Kordinator lapangan III).
        Dalam statement nya, massa aksi meminta agar Wakil Rektor III Menyelesaikan Permasalahan Pemira ( Pemilihan Umum Raya ) BEM UNIVA Labuhanbatu. “Delapan bulan sudah lamanya Pemilu Raya belum juga dilaksanakan, berbagai berkas sudah diajukan, berbagai usaha sudah dilakuan hingga menghabiskan dana Rp.700.000, namun Pemira belum juga di laksanakan” ujar ketua KPUR ( Doly A.T. Simanjuntak ). Disamping itu, masa aksi juga meminta kejelasan legalitas Pejabat Rektor UNIVA Labuhanbatu. Masa aksi juga menyatakan penolakan terhadap Dosen S1 yang mengajar di kampus Univa Labuhanbatu karena dinilai melanggar UU, dan Meminta BPH Univa Labuhanbatu sebagai delegasi MPT PB untuk bertanggung jawab dan memberikan solusi terkait seluruh permasalahan civitas akademik di kampus Univa Labuhanbatu.
         Setelah satu jam lebih massa aksi berorasi, barulah Wakil Rektor III datang menanggapi aspirasi massa aksi. Mengawali tanggapannya, Wakil Rektor III Mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan positif. 
        Saat menanggapi statement massa aksi, sempat terjadi laga argumentasi antara Wakil Rektor III dengan Koordinator Aksi I (Arifin Siregar) dan juga dengan Ketua KPUR ( Doly. A.T. Simanjutak ). Namun hal tersebut dapat mencair setelah pada akhirnya Wakil Rektor III mengatakan Pemira (Pemilihan Umum Raya) Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM UNIVA ) akan dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2017 dan pihak kampus akan memfasilitasi segala keperluan yang dibutuhkan sepenuhnya baik itu riil maupun materil. Terkait simpang siur Pejabat Rektor, Wakil Rektor III mengatakan, bahwa Pejabat Rektor Univa Labuhanbatu yang sah saat ini adalah beliau ( H.Irwansyah ritonga, S.Pd.I, SH, M.Hum ), dan itu merupakan hasil dari keputusan MPT PB Al Washliyah demikian penuturan beliau kepada massa aksi.
            Maka pada pukul 17.00 massa aksi pun akhirnya membubarkan diri dengan tertib, setelah sebelumnya statement masa aksi telah ditanggapi oleh Wakil Rektor III (H.Irwansyah ritonga, S.Pd.I, SH, M.Hum).



Wednesday, 8 February 2017

MASSA GERAMMB HADIAHKAN SABUN KEPADA DPRD KABUPATEN LABUHANBATU



               Apa kerja mereka??? SAABUUN.... Apa yang mereka fikirkan ???? SABUUN....
Kalimat itu terus berkumandang sambut menyambut anatara orator dan massa aksi didepan kantor DPRD Kabupaten Labuhanbatu. Aksi ini memang terkesan unik dengan perbandingan aksi GERAMMB sebelumnya, sebab massa aksi membawa SABUN untuk dihadiahkan kepada anggota DPRD kabupaten labuhanbatu. “sabun itu multi fungsi dan multi tafsir bisa sebagai alat pelicin dan bisa juga sebagai alat pembersih tergantung dari sudut mana kita memahaminya. tandas sang orator yang sekaligus kordinator lapangan 1 saudara arifin siregar
            Rabu pagi ( 08/02/17 ), ratusan  mahasiswa yang tergabung dalam GERAMMB (Gerakan Mahasiswa Masyarakat Bersatu) gruduk kantor DPRD Kab. Labuhanbatu dengan tuntutan :
1. Massa aksi mendesak DPRD Kab. Labuhanbatu untuk meng-evaluasi kembali Perda tentang pembentukan susunan perangkat daerah Kab. Labuhanbatu, karena dinilai Pemerintahan Kab. Labuhanbatu telah melanggar PP no : 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah.
2.  Massa aksi mendesak DPRD Kab. Labuhanbatu untuk segera membatalkan Perda no : 2 tahun 2016  Tentang Pembentukan Perangkat Daerah Kab. Labuhanbatu, karena Perda tersebut belum disempurnakan oleh Kepala Daerah/Bupati Kab. Labuhanbatu, akan tetapi sudah diundangkan dalam lembaran daerah Kab. Labuhanbatu.
3.  Massa aksi mendesak DPRD Kab. Labuhanbatu untuk memberhentikan sementara pembahasan APBD Tahun 2017 berhubung Perda no : 2 tahun 2016 sedang dalam proses gugatan di PTUN Medan.
            Aksi tersebut berlangsung damai, meskipun ketika sampainya massa aksi di depan gerbang kantor DPRD Kab. Labuhanbatu, massa aksi dijaga ketat oleh pihak keamanan dengan keadaan pintu gerbang ditutup. Setelah beberapa jam ber-orasi, massa aksipun di persilahkan untuk memasuki halaman kantor DPRD Kab. Labuhanbatu, tidak tanggung-tanggung, massa aksi disambut oleh Ketua DPRD Kab.Labuhanbatu (Dahlan Bukhari), di dampingi Wakil ketua  DPRD Kab.Labuhanbatu (Gunawan Hutabarat ) beserta anggota DPRD lainnya .  Dalam tanggapan nya tersebut (DB)  mengatakan nantinya statement massa aksi tersebut akan di jadikan sebagai bahan evaluasi,dan kami tidak akan menunda proses pengesahan APBD  walaupun ada gugatan dari saudara di PTUN Medan. Kami juga sudah melakukan rapat terkait Perda no : 2 tahun 2016 dan seterusnya diundangkan dan ditetapkan tegasnya. pernyataan DB tersebut di sangkal sudara Arifin Siregar selaku orator sekaligus korlap 1, beliau mengatakan proses penetapan perda No : 2 tahun 2016 jelas,setelah RANPERDA selesai maka dilaporkan kepada Gubernur Sumatra Utara, setelah di eksaminasi dan di evaluasi oleh gubernur maka dikembalikan kembali ke DPRD untuk digodok,setelah itu dikirim kembali kepada Gubernur untuk di ACC dan gubernur sumatra utara mengembalikan kepada DPRD untuk  di sahkan dan ditetapkan, nahhh proses ini yang kami duga tidak dilakukan DPRD Kabupaten Labuhanbatu yang menyalahi peraturan pemerintah No : 18 tahun 2016 dibuktikan dengan disahkannya PERDA No : 2 tahun 2016 pertanggal 17 oktober 2016 dan ditetapkan tanggal 18 oktober 2016. Dimana logikanya dalam kurun waktu 1x 24 jam proses yang panjang itu bisa selesai, kalau tidak ada sesuatu. jawabnya tegas. Sempat terjadi perdebatan yang panjang antara pengunjuk rasa dan DPRD Kabupaten Labuhanbatu, dengan ada kepastian yang jelas massa aksi membubarkan diri dan berjanji akan mengawal proses ini sampai tuntas dan akan turun lagi dengan jumlah masa yang  jumlah yang lebih besar.



( Oleh : El-Kautsari Siregar )
Akstivis Muda Untuk Bangsa

MASSA GERAMMB DESAK DPRD KABUPATEN LABUHANBATU



              Rabu pagi ( 08/02/17 ), Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam GERAMMB (Gerakan Mahasiswa Masyarakat Bersatu) datangi kantor DPRD Kab. Labuhanbatu.
            Dalam aksi tersebut, massa aksi mendesak DPRD Kab. Labuhanbatu untuk meng-evaluasi kembali Perda tentang pembentukan susunan perangkat daerah Kab. Labuhanbatu, karena dinilai Pemerintahan Kab. Labuhanbatu telah melanggar PP no : 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah.
Selain itu massa aksi juga mendesak DPRD Kab. Labuhanbatu untuk segera membatalkan Perda no : 2 Tentang Pembentukan Perangkat Daerah Kab. Labuhanbatu, karena Perda tersebut belum disempurnakan oleh Kepala Daerah/Bupati Kab. Labuhanbatu, akan tetapi sudah diundangkan dalam lembaran daerah Kab. Labuhanbatu.
Disamping itu, massa aksi juga mendesak DPRD Kab. Labuhanbatu untuk memberhentikan sementara pembahasan APBD Tahun 2017 berhubung Perda no : 2 tahun 2016 sedang dalam proses gugatan di PTUN Medan.
            Aksi tersebut berlangsung damai, meskipun ketika sampainya massa aksi di depan gerbang kantor DPRD Kab. Labuhanbatu, massa aksi dijaga ketat oleh pihak keamanan dengan keadaan pintu gerbang ditutup.
            Setelah beberapa jam ber-orasi, para anggota DPRD yang berada di dalampun merespon aksi tersebut, massa aksipun di persilahkan untuk memasuki halaman kantor DPRD Kab. Labuhanbatu, tidak tanggung-tanggung, massa aksi disambut oleh Ketua DPRD Kab.Labuhanbatu (Dahlan Bukhari), dengan mendatangi massa aksi untuk menanggapi tuntutan-tuntuntan massa aksi. Dalam tanggapan tersebut beliau mengatakan nantinya statement massa aksi tersebut akan di jadikan sebagai bahan evaluasi.


Wednesday, 1 February 2017

AKSI GERAMMB TUNTUT KEBIJAKSANAAN BUPATI LABUHANBATU


     Ratusan masa Aksi yang mengatas namakan dirinya GERAMMB (Gerakan Mashasiswa Masyarakat Bersatu) pada selasa pagi (31/1/17) turun kejalan melakukan aksi di kantor bupati Kabupaten Labuhanbatu. Masa yang tergabung dalam GERAMMB tersebut terdiri dari berbagai Organisasi, yakni HMI Komisariat Sabilillah, KAMMI Komisariat Univa, serta elemen Masyarakat disekitar Rantauprapat. Aksi tersebut dikoordinir oleh HMI Komisariat Sabilillah (Mhd. Tafsir Tbn) selaku ketua umum, dan KAMMI Komisariat Univa ( Rahmad. J ) selaku Kabid Eksternal
          Dalam statementnya, ada sembilan poin yang menjadi tuntutan masa Aksi tersebut, yakni
  • Meminta kepada Bupati Labuhanbatu agar melasanakan Visi & Misinya sesuai janji politik pada saat  kampanye.
  • Meminta kepada Bupati Labuhanbatu agar merealisasikan program kartu sehat PADI yang masih terbengkalai yang belum tau nasibnya.
  • Meminta kepada Bupati Labuhanbatu agar Beasiswa yang diperuntukan untuk Mahasiswa Miskin    Berprestasi di  naikkan.
  • Meminta kepada Bupati Labuhanbatu untuk secepatnya membubarkan Lembaga Pemerhati Pemuda  Labuhanbatu karena telah menyakiti hati pemuda Labuhanbatu akibat proses pembodohan dengan  program Balai Latihan Kerja yang turut mencatut nama Bupati yang merupakan janji politik Bupati.
  • Meminta kepada Bupati Labuhanbatu memperjelas kisruh jual beli jabatan yang terjadi di Kabupaten Labuhanbatu karena Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu saat ini tidak Kondusif dalam hal melayani publik atau masyarakat.
  • Menolak rencana Pembangunan PKS di Kelurahan Pulo Padang yang ditengarai adalah milik Bupati  Labuhanbatu.
  • Meminta bukti nyata keberadaan BPBD yang beberapa waktu lalu baru dibentuk dan sudah dilantik.
  • Meminta Tim Saber Pungli untuk mengusut Batik Pangonal yang dianggap mengkangkangi nilai-nilai luhur duni pendidikan.
  • Meminta agar Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhanbatu bisa mewujudkan peraih adipura.
       Aksi tersebut berlangsung damai, meskipun sempat timbul riak-riak yang terjadi digerbang kantor Bupati karena masa aksi dihadang oleh tim keamanan, serta tidak bersedianya bupati (H. Pangonal Harahap) mendatangi para peserta aksi. Satu jam sudah lamanya berorasi masa, 30 perwakilan masa aksipun diminta oleh piham pemkab bermediasi untuk masuk kedalam kantor bupati  guna membahas statement tuntutan masa aksi tersebut, dan masa aksipun mengamini hal tersebut.
      Setelah satu jam bermediasi dengan bupati Labuhanbatu ( H. Pangonal Harahap ) berserta pejabat-pejabat Pemkab Labuhanbatu lainnya, masa aksi pun akhirnya membubarkan diri dan berpindah ke kantor DPRD Kab. Labuhanbatu, karena masih belum puas dengan jawaban-jawaban dari bupati labuhanbatu, sebab ketika dipertanyakan poin per-poin statement tersebut, bupati melimpahkannya kepada SKPD-SKPD terkait. ujar salah seorang Korlap I (A. Siregar ).
      Sesampainya di kantor DPRD Kab. Labuhanbatu, masa aksi disambut langsung oleh ketua DPRD  ( Dahlan Bukhari ) yang sebelumnya sedang melaksanakan rapat dengan para dewan lainnya.  Dalam tanggapannya, beliau meminta alamat GERAMMB yang bisa dituju nantinya, guna untuk mengundang GERAMMB dalam dengar pendapat bersama Anggota dewan dan perwakilan GERAMMB nantinya.

          Masa aksipun akhirnya membubarkan diri dengan tertib, setelah sebelumnya statement masa di tanggapi oleh ketua DPRD. Namun masa mengingatkan aksi ini bukanlah aksi yang terakhir kalinya, ini hanyalah awal apabila nantinya tuntutan masa tidak ditindak lanjuti, masa aksi akan turun kembali kejalan dengan jumlah masa yang lebih besar lagi.