Thursday, 8 March 2018

Kec. Marbau, Kontoversi Listrik Prabayar : PLN Cabut Meteran Tanpa Izin



Pemasangan meteran prabayar yang dilakukan oleh Pihak PLN di desa sipare-pare hilir kecamatan merbau kabupaten labuhanbatu utara  dan dibeberapa daerah lainnya belum lama ini, menimbulkan pro dan kontra ditengah-tengah masyarakat.

Pihak PLN yang melakukan penggantian meteran prabayar  dibeberapa rumah warga tersebut diduga terkesan memaksa, meskipun mereka memiliki kelengkapan surat-surat tugas, termasuk izin dari kepala desa setempat.

Salah seorang warga desa berinisial ( ER ) yang enggan disebutkan namanya, sempat membeberkan kekecewaannya akibat ulah PLN dan pemerintah desa tersebut. Menurutnya, komunikasi pihak PLN dan pemerintah desa terhadap masyarakat untuk penggantian meteran tersebut kurang baik.
“ PLN mengganti meteran kami saat kami tidak berada di rumah, yang lebih parah lagi tindakan pihak PLN ini ternyata didukung oleh pemerintah desa, karna ketika kami tanya terkait itu, pihak desa mengatakan kalau sosialisasi penggantian meteran itu sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari” . Ia juga menambahkan “kami kecewa dengan kinerja PLN dan pemerintah desa, seharusnya ada komunikasi dengan masyarakan terlebih dahulu sebelum melakukan penggantian meteran ” tegasnya.


Sementara itu, tokoh pemuda Labuhanbatu Raya, Arifin Siregar yang merupakan masyarakat kecamatan merbau, saat diminta oleh penulis komentarnya terkait kejadian tersebut mengatakan, “ Harusnya pihak PLN dan Perangkat Desa Harus Lebih jeli dalam mengambil keputusan yang melibatkan orang banyak, begitu juga sebaliknya, masyarakat harus pro aktif dalam mencari informasi dan mengawal kebijakan pemerintah".


Selain itu, ketika diminta solusi atas tindakan pemasangan listrik prabayar Oleh pihak PLN dan Perangkat desa  yang terkesan memaksa itu beliau mengatakan, “Pihak PLN dan pemerintah harus melakukan pensosialisasian ulang dengan melakukan pendataan ulang, antara masyarakat yang setuju atau tidak, jika masyarakat setuju, yah silahkan pasang, jika tidak saya fikir PLN dan pemerintah tidak berhaq memaksakan kehendak, jika upaya sosialisasi  ini tidak dilakukan, kami menduga ada oknum oknum  yang bermain dibelakang ini” tegasnya.  

Sunday, 11 February 2018

SOSOK BARU DI PBB, ARIFIN : "SAYA TIDAK TERLIBAT DALAM PARTAI POLITIK"



Aripin El kautsar Siregar, demikian nama seorang mahasiswa sekaligus pengusaha muda yang tengah menjadi perbincangan di media sosial belakangan ini.

          Para pengguna media sosial facebook,  khususnya  mahasiswa dan masyarakat labuhanbatu kini tengah menggadang-gadang beliau menjadi calon anggota legislatif ditahun 2019 mendatang, tidak terkecuali anggota DPRD Labuhanbatu.


Lewat beberapa komentar di media sosial Facebook Akhmat Saiful Sirait Anggota DPRD Labuhanbatu yang juga Sekretaris DPC Partai Bulan Bintang Labuhanbatu, tertarik untuk mengajak beliau bergabung dengan partainya bertarung di kancah legislatif  2019 mendatang.

Kelihaian bung Arifin dalam mengakomodir kepentingan mahasiswa dan rakyat selama dalam ber-organisasi beberapa tahun belakangan barangkali menjadi alasan Sekretaris DPC Partai Bulan Bintang Labuhanbatu itu mengajak beliau bergabung.




       
Arifin El kautsar Siregar  merupakan pemuda kelahiran Sipare-pare tengah, kecamatan marbau, 15 mei 1991. Akrab dengan kalangan muda dan masyarakat adalah ciri khas beliau. Pemuda yang kerap disapa arifin ini selama ber-organisasi dalam beberapa tahun belakangan terbilang sukses. Beberapa organisasi berskala nasional dan daerah pernah ia pimpin dan berhasil menorehkan tinta emas selama kepemimpinanya.


Di dalam organisasi ekstra kampus Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) misalnya, beliau pernah menjadi ketua umum komisariat sabilillah cabang labuhanbatu raya satu periodesasi dan berhasil melahirkan kader-kader militan hingga membuat warna baru dikalangan aktifis labuhanbatu.



Demikian juga ketika beliau menjabat sebagai sekretaris SAPMA PP Labuhanbatu, ia juga mampu memberikan aura positif terhadap kemajuan oraganisasi.


Sedangkan diinternal kampus, beliau sempat menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Universitas  Alwashliyah  Labuhanbatu, kejelian beliau dalam menganalisa dan menyelesaikan masalah konflik dualisme  yang menerpa UNIVA Labuhanbatu  belum lama ini melalui gerakan mahasiswa,  menjadi salah satu bukti kematangan beliau dalam memimpin. Dan masih banyak lagi torehan-torehan emas beliau saat berkiprah didunia aktifis.

Saat di konfirmasi oleh penulis via handphone terkait  kesiapan arifin bertarung dikancah legislatif bersama Partai Bulan Bintang, beliau katakan ia tidak terlibat dalam partai politik. "Saya tidak terlibat dalam Partai Politik, itu terlalu jauh adinda", ucap pemuda berbintang taurus tersebut.

Namun meskipun demikian, menurut hemat penulis, tidak ada alasan bagi Arifin untuk tidak bertarung di pilcaleg 2019 mendatang, jika dilihat dari kiprahnya, Arifin siregar layak dan pantas untuk menjadi penyambung aspirasi rakyat.

Semoga Saja..




Monday, 20 November 2017

Rektor Termuda Se-Sumatera Utara




Cerdas, Enerjik, Visioner, Kreatif, Berbakat. Demikian gambaran dosen yang kini tengah menempuh Gelar Doktor di UIN Sumatera Utara.


Selain menjadi seorang mahasiswa S3, pria yang kerab suka bergaul ini pernah menjadi Dekan di Universitas Al Washliyah Labuhanbatu sebelum akhirnya resmi terpilih menjadi Rektor Universitas Al Washliyah Labuhanbatu periode 2017-2021 melalui hasil Rapat senat pada senin ( 20/11/17 ).

Setelah ditelusuri, ternyata beliau adalah Rektor termuda yang ada saat ini Se-sumatera Utara, bahkan bisa jadi Se-Indonesia.  Bagaimana tidak, pria kelahiran 26 april 1986 tersebut saat ini masih berumur 31 tahun, umur tersebut tergolong muda dibanding Rektor-rektor yang ada di Universitas Se-Sumatera Utara. Usia bukan menjadi sebuah persoalan seseorang memimpin suatu instasi selagi orang tersebut layak dan memenuhi persyaratan yang ada.



Di usia yang masih muda dan penuh inspirasi, Jenjang karir perjalanan beliau di dunia akademis patut diacungi jempol. Selain sebagai Dosen, beliau juga ternyata seorang Advokad handal, yang cukup tersohor di Labuhanbatu.

Yang Muda Yang Berkarya,  demikian sebutan moto yang cocok untuk beliau. Dengan terpilihnya sebagai Rektor, semoga beliau dapat menjalankan tugas dengan ARB 
( Amanah, Berkah dan Rahmah ).

Jayalah Washliyah Zaman Berzaman.


( MQS )

Thursday, 9 November 2017

BEM UNVA LB : MARI SUKSESKAN PEMILIHAN REKTOR



          Universitas Al Washliyah ( UNIVA ) Labuhanbatu jadwalkan Pemilihan Rektor Periodesasi 2017-2021.

Perhealatan Akbar tampuk tertinggi di Universitas Berbasis Islam tersebut dijadwalkan akan digelar sebelum tanggal 15 November 2017. Sebagai ketua panitia Reza Faisal, M.Pmat, dan Sekretaris Panitia Endi Zunaeid Pasaribu, M.Pd.

          
Berdasarkan informasi  yang dihimpun oleh penulis, penerimaan bakal calon rektor telah ditutup pada tanggal 7 november lalu.

Sementara itu Arifin Siregar ( Presiden Mahasiswa ) saat ditanya terkait hal tersebut mengatakan , “Kita dari BEM UNIVA siap mengkawal Pemilihan Rektor tersebut hingga terpilihnya Rektor defenitif sampai kepada pelantikan, semoga pemilihan rektor itu dapat berjalan dengan lancar” ucapnya kepada penulis. Beliau juga menambahkan, “ Kepada seluruh mahasiswa Univa, mari kita kawal pemilihan ini, siapapun yang terpilih nantinya sesuai dengan rapat senat, mari kita dukung bersama, karna siapapun yang terpilih nantinya berarti itulah yang menjadi keputusan bersama rapat senat”, tandasnya.


          Sementara itu ditempat terpisah, hal senada juga disampaikan oleh Rizki Rahman ( Wakil Presiden Mahasiswa ), “ kita berharap siapapun yang terpilih menjadi rektor defenitif nanti, semoga dapat membawa perubahan serta perbaikan baru di kampus kita ini” Tegasnya. 

( M.Q.S )


Tuesday, 19 September 2017

M Qobullah Siregar : Apresiasi Terhadap Gerakan Mahasiswa Dalam Menyikapi Konflik UNIVA LB

     


      Gerakan yang dibangun oleh Mahasiswa/i melalui wadah Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) Universitas Al Washliyah ( UNIVA ) Labuhanbatu pada pertengahan agustus lalu menyikapi turunnya surat saknsi administrative dari Kemenristekdikti untuk Univa Labuhanbatu tertanggal 3 agustus patut di apresiasi.



      Gerakan tersebut merupakan satu bentuk usaha yang dilakukan oleh mahasiswa dalam mempertahankan masa depan serta kelangsungan mereka di Universitas Al Washliyah ( UNIVA ) Labuhanbatu yang tengah menjadi korban ganasnya perebutan kursi Rektor.



          Mengawali gerakan dengan konsolidasi mahasiswa, menyurati instansi-instansi terkait, hingga melakukan kemah, adalah suatu hal yang sangat positif dalam mendesak para pemangku jabatan di tatanan Universitas dan PB Alwashliyah untuk secepatnya mengambil tindakan menyelesaikan permasalahan Univa Labuhanbatu.

          Meski gerakan tersebut sempat mendatangkan pro dan kontra dari berbagai kalangan baik secara internal maupun eksternal, namun akhirnya gerakan tersebut mau tidak mau harus diakui adalah gerakan yang cukup bermanfaat. Bagimana tidak, kalau bukan karena desakan mereka, baik ketika melakukan kemah, penanaman pisang, maupun saat pemblokadean ruang rektor, mungkin sengketa Rektor di tatanan Univa Labuhanbatu tersebut sampai saat ini masih terus berlanjut, dan apabila hal itu terus menerus berlanjut, maka izin kampus Univa Labuhanbatu lambat laun akan dicabut.

   Setiap perjuangan memerlukan pengorbanan, setiap pengorbanan memerlukan perjungan. Demikian hal yang selama ini di alami oleh mahasiswa/i Univa Labuhanbatu yang ikut serta dalam gerakan penyelamatan masa depan dan kampus Univa Labuhanbatu, walau terkadang tidak jarang harus menelan cemoohan dari berbagai kalangan. 
        Namun Paling tidak, usaha BEM tersebut telah membuktikan bahwa Mahasiswa Univa Labuhanbatu masih memiliki sikap kritis layaknya mahasiswa yang sesuai dengan fungsingsinya sebagai Adent Of Change dan Agen Of Social Control. 

          Setelah sekian lama membuat gerakan yang tak jarang menimbulkan efek mencekam, akhirnya PB Al Washliyah menentukan sikap dengan mengeluarkan surat pada tanggal 18 september 2017 yang salah satu isinya adalah Mengangkat Dr. H. Abdul Rahman Dahlan, MA sebagai Pejabat Rektor Universitas Al Washliyah ( UNIVA ) Labuhanbatu.

          Pengangkatan Pejabat Rektor tersebut merupakan salah satu solusi atas sengketa rektor yang selama ini terjadi di Univa Labuhanbatu. Semoga dengan diangkatnya Pejabat Rektor tersebut, dapat menghantarkan rektor defenitif yang lebih baik lagi kedepannya sebelum izin kampus Univa Labuhanbatu di cabut.

Sunday, 10 September 2017

Konflik UNIVA LB Tak Kunjung Selesai, Mahasiswa Gelar Kemah Dikampus


     Rantauprapat 10 september 2017, Mahasiswa/i Universitas Al Washliyah (UNIVA) Labuhanbatu gelar kemah kemah bersama di kampus Universitas Al Washliyah (UNIVA) Labuhanbatu.



Kemah tersebut merupakan salah satu bentuk desakan dari pada Mahasiswa/i terhadap PB AW, Rektor yang Bersengketa, serta instansi-insatnsi terkait dalam menyelesaikan persoalan Universitas Al Washliyah (UNIVA) Labuhanbatu yang sedang mendapat Sanksi Administrasi dari Kemenristekdikti awal agustus lalu.

Arifin Siregar ( Presiden Mahasiswa ) saat ditanya terkait kemah tersebut mengatakan " kemah ini terpaksa kita lakukan karna sebelumnya kita sudah menyurati instansi-instansi terkait termasuk kedua Rektor yang bersengketa, namun sampai sekarang tidak ada hasil yang kita lihat dari mereka dalam menyelesaikan masalah kampus ini" ujarnya, ia juga berharap kepada seluruh mahasiswa yang berkemah, agar kiranya menjaga kondusifitas, jangan ada yang membuat onar karna kita cinta kampus ini , semoga dengan usaha kita ini, dapat menjadi solulusi dalam menyelesaikan konflik Univa. Dan terkhusus kepada PB AW serta Rektor yang besengketa, agar secepatnya menyelesaikan konflik ini kalau memang kalian masih memiliki hati melihat masa depan Univa dan Mahasiswa yang sedang diambang kehancuran" Tegasnya.


Hal senada juga disampaikan oleh Rizky Rahman (Wakil Presiden Mahasiswa) menurutnya, "Ini adalah bentuk teguran kepada mereka untuk secepatnya menyelesaikan konflik Univa, dan masih banyak gerakan yang akan kita lakukan apabila konflik ini  tak kunjung mereka selesaikan, dan kemah ini akan kita gelar selama seminggu kedepan" tegasnya.

Friday, 1 September 2017

Konflik UNIVA Labuhanbatu : Tak Selesai Ditangan Mahasiswa, Ikhlas Tuhan Hancurkan UNIVA Labuhanbatu





      Setelah beberapa waktu lalu ratusan mahasiswa/i Universitas Al Washliyah (UNIVA) Labuhanbatu melalui wadah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melayangkan surat ultimatum kepada instansi-instansi terkait menyikapi Sanksi Adminitratif  yang diterima oleh UNIVA Labuhanbatu dari Kemenristekdikti tak kunjung menemukan titik temu, akhirnya membuat mahasiswa/i Universitas Al Washliyah (UNIVA) Labuhanbatu mengambil tindakan untuk melakukan gerakan kedua dari hasil konsolidasi mereka, yakni kemah kampus.



      Arifin Siregar (Presiden Mahasiswa) saat ditanya terkait rencana kemah kampus tersebut mengatakan "Atas Nama tuhan yang Maha menciptakan dan yang Maha Menghancurkan, kami Mahasiswa/i Univa Labuhanbatu Bersumpah, akan membebaskan Univa Labuhanbatu  dari tangan-tangan penguasa dzolim yang ingin menghancurkan Universitas tersebut. Jika tahapan-tahapan ini telah kita lalui dan konflik Univa Labuhanbatu ini juga tak berujung, maka kita ikhlas tuhan sang maha penghancur membumi hanguskan Universitas Al Washliyah Labuhanbatu dari tanah nanbertuah di kabupaten iniTegasnya. 
     Ia juga menghimbau, "kepada seluruh kawan-kawan mahasiswa Univa Labuhanbatu, agar kiranya untuk ikut serta dalam memberikan kontribusi terbaik serta untuk tidak cengeng dalam menyikapi konflik dualisme kepemimpinan rektor ini. Gerakan ini bisa diukur dengan kekuatan kawan-kawan mahasiswa, keseriusan, serta kegigihan kawan-kawan dalam menegakkan keadilan, dengan tidak lupa berdoa kepada tuhan sang pembolak-balik hati", Ujarnya.


         Hal senada juga dikatakan oleh Rizky Rahman (Wakil Presiden Mahasiswa) " semoga aksi kita ini nantinya akan dapat membebaskan Univa Labuhanbatu  dari tangan-tangan perusak yang tidak memimirkan masa depan mahasiswa dan kampus selama ini" Ucapnya.



        Aksi Kemah tersebut menurut Mhd. Tafsir Tbn ( Korlap I ) saat ditanya ditempat terpisah mengatakan "Kegiatan ini kita jadwalkan akan dilaksanakan mulai tanggal 7 september 2017, seminggu di Univa Labuhanbatu, seminggu dikantor Bupati dan DPRD Labuhanbatuseminggu di Kopertis dan Kopertais Sumut, dan terakhir nantinya kita akan berangkat ke Istana Negara" ucapnya. Ia juga menambahkan " kepada seluruh mahasiswa Univa, saatnya bersuara untuk membebaskan atas pemerkosaan cita-citamu " Tegasnya.