Thursday, 7 June 2018

Sudahkah Anda Mendapat THR ?, Hehehe..



Di Indonesia, apabila sudah menjelang hari raya keagamaan, ada hal yang unik yang menjadi ciri khas tersendiri bangsa ini menjelang hari raya keagamaan, menanti-nanti turunnya THR. Apakah sebenarnya THR itu? Apakah THR merupakan bentuk kesejahteraan yang diberikan oleh perusahaan, budaya Indonesia, atau kewajiban perusahaan sesuai undang-undang?
THR adalah pendapatan pekerja yang wajib dibayarkan pengusaha kepada pekerja atau keluarganya menjelang hari raya keagamaan yang berupa uang atau bentuk lain. THR merupakan salah satu program kesejahteraan yang diatur dalam undang-undang. Hal ini sesuai dengan yang diatur pada Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
THR diberikan kepada karyawan atau pekerja menjelang hari raya keagamaan. Ada beberapa perusahaan yang membagikan THR untuk seluruh karyawan sesuai dengan hari raya umat mayoritas, namun ada pula yang membagikan THR sesuai hari raya keagamaan yang dianut karyawan yang bersangkutan. Misalnya saja, THR diberikan menjelang hari raya Idul Fitri bagi karyawan beragama Islam atau Natal untuk Kristen. THR hanya diberikan satu kali selama setahun bagi karyawan yang telah memiliki masa kerja 12 bulan atau lebih. Sementara bagi karyawan yang belum memiliki masa kerja satu tahun, namun telah bekerja minimal tiga bulan terus-menerus, maka akan diberikan THR dengan perhitungan proporsional. Menurut aturan yang berlaku, pemberian THR selambat-lambatnya diberikan tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.
Apabila dikaitkan dengan filosofinya, THR merupakan bagian dari imbal jasa yang bersifat tidak langsung, namun diberikan dengan alasan perayaan keagamaan, tidak terkecuali Idul Fitri sebagai Hari Raya Umat Muslim.
Ya, Hari raya idul fitri 1439 Hijriah tinggal menghitung hari, desas-desus THR barangkali sudah tidak asing lagi di telinga kita, barangkali semua itu adalah sebagian dari semarak dalam menyambut bulan yang fitri. Lantas, SUDAHKAN ANDA MENDAPAT THR ?, Hehehe.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.




By :



Sunday, 3 June 2018

Zainul Arifin : Perkembangan Teknologi, Mahasiswa Teknik Informatika Harus Menghimpun Diri

Mahasiswa Teknik Informatika dimanapun berada, harus mampu bergerak kolektif dalam melakukan pemahaman kepada khalayak umum untuk lebih efektif dalam menggunakan kecanggihan teknologi dan mampu menjaga stabilitas generasi bangsa. Demikian pandangan salah seorang Mahasiswa smester empat Teknik Univa Labuhanbatu, Zainul Arifin, saat berdiskusi dengan penulis di beberapa agenda tertentu.

Menurutnya, demi menjaga stabilitas kualitas generasi muda, mahasiswa teknik harus memasifkan gerakan Himpunan Mahasiswa Jurusan ( HMJ ) untuk menghindari intoleransi dan sifat hedonisme.
"Saya melihat perkembangan zaman sekarang yang sering disebut zaman milenial ini, banyak yang keblinger/keliru dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi yang kebanyakan dalam penggunaan smartphone termasuk generasi-generasi muda bangsa saat ini, apalagi dengan adanya beberapa aplikasi yang meruntuhkan generasi muda, jadi mahasiswa teknik informatika yang tergabung dalam HMJ harus memasifkan gerakan untuk menghindari intoleransi dan hedonisme"
Ia juga mengatakan, bahwa beberapa pendapat yang mengatakan penggunaan kecanggihan teknologi adalah kebebasan/kemerdekaan manusia, malah seperti toleransi impresif dan hedonisme, oleh karena-nya Ari menghimbau supaya mahasiswa teknik informatika menghimpun diri dalam HMJ dimanapun berada, agar mampu bergerak kolektif.

"Beberapa pendapat mereka mengatakan sebagai kebebasan/kemerdekaan manusia yang tidak perlu dicampuri manusia lainnya, namun kebebasan yang dimaksud itu saya melihatnya malah seperti toleransi impresif ( sesuatu yang kelihatannya sebagai kebebasan padahal nyatanya adalah penindasan ) dan beberapa individu menjadi Hedonisme ( pandangan yang menganggap kesenangan dan materi sebagai tujuan hidup ), oleh sebab itu sebagai mahasiswa Teknik Informatika yang bersentuhan dengan teknologi, saya berharap agar teman-teman Mahasiswa Teknik Informatika menghimpun diri dalam HMJ Teknik Informatika dimanupun berada, agar mampu bergerak kolektif dalam melakukan pemahaman kepada khalayak umum untuk lebih efektif dalam menggunakan kecanggihan teknologi dan mampu menjaga stabilitas generasi bangsa", pungkas Arie, yang merupakan kader HMI itu.

Thursday, 31 May 2018

Budaya Mudik Hanya Ada Di Indonesia, Benarkah ?




MUDIK adalah suatu hal yang sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita masyarakat Indonesia dimanapun berada. Tradisi mudik atau yang dikenal dengan pulang kampung sangat identik dengan hari raya Idul Fitri atau lebaran, sebab setelah berpuasa selama 30 hari biasanya banyak orang yang berbondong – bondong untuk pulang ke kampung halamannya untuk bertemu sanak saudara.
Lebaran adalah saat  – saat yang tepat untuk itu, sebab pada hari lebaran ada dimensi keagamaan, ada legitimasi seolah-olah lebaran adalah waktu yang tepat untuk berziarah. Tradisi mudik lebaran atau pulang kampung hanya kita dapat nikmati di negara Indonesia karena di negara lain kita tidak dapat menjumpai tradisi mudik yang sama di indonesia.

Mudik ke kampung halaman merupakan semangat memperoleh legitimasi sosial dan menunjukkan eksistensinya. Tradisi mudik ini pun sepertinya sudah mendarah daging di indonesia, meskipun harus menyeberangi laut, menyebarangi pulau, mendaki gunung, masyarakat Indonesia tetap antusias dengan saat – saat seperti ini yang biasanya hanya dapat laksanakan satu tahun sekali.



Keinginan untuk berjumpa kembali dengan orang-orang terdekat yang telah lama ditinggalkan itu lumrah adanya dan menjadi harapan semua pihak. Oleh karenanya mudik menjadi sesuatu yang didambakan banyak orang, terlebih pada hari baik dan bulan baik menjelang Hari Raya Idil Fitri. Tidak hanya itu, para pemudik yang bekerja jauh di luar kampung halaman biasanya membawa kebiasaan unik lainnya ketika hendah pulang ke kampung halaman, yaitu membawa  sejumlah uang dan barang sebagai hasil jerih payahnya selama di perantauan untuk orang tua dan sanak famili di kampung halaman.

Ya, keunikan Mudik ini hanya ada didapat di Indonesia, tradisi demikian sudah menjadi budaya yang melekat didalam sanubari masyarakat Indonesia. Barangkali, budaya mudik lebaran ini merupakan sebagai usaha untuk menyambung dan mempererat tali silaturrahim setelah sekian lama tidak bertemu dengan keluarga, maka dengan adanya mudik tersebut, tali silaturrahim akan tersambung kembali, sebab menurut pandangan Islam, menjalin Silaturrahim akan dapat melapangkan rezeki dan memperpanjang umur.
Selamat Mudik Lebaran 1439 H.
By: MQS

Thursday, 24 May 2018

Arifin Siregar : Bupati Labuhanbatu Raya, Kalian EGOIS..!




Labuhanbatu Raya merupakan sebutan bagi kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan. Ketiga kabupaten ini pada mulanya bernama Kabupaten Labuhanbatu yang beribukota di Rantauprapat, dengan hari jadinya pada tanggal 17 Oktober 1945, Hingga pada akhirnya dilakukan pemekaran terhadap Kabupaten ini pada tahun 2008 dimasa Presiden Susilo Bambang Yudhiyono.



Kabupaten Labuhanbatu Utara yang beribukota Aek Kanopan, dimekarkan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2008 pada 24 Juni 2008, sedangkan Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang beribukota di Kota Pinang resmi dimekarkan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2008 pada 24 Juni 2008.

Jika merujuk kepada Labuhanbatu Raya yang pada mulanya adalah Labuhanbatu, dengan hari jadi nya pada tanggal 17 oktober 1945, maka pada tahun 2018 ini kabupaten Labuhanbatu telah berusia lebih dari 71 tahun, artinya umur kabupaten ini hampir setara dengan umur NKRI. Mengingat usia yang telah tua tersebut, barangkali kesejahteraan masyarakat seharusnya sudah tidak diragukan lagi, baik itu dari segi pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, teknologi, sarana dan pra sarana dan hal-hal lainnya.

Membangun kesejahteraan masyarakat adalah hal wajib yang mesti dilakukan oleh setiap pemerintah, termasuk peningkatan sarana dan prasara. Peningkatan sarana dan prasarana adalah merupakan hal penting untuk dilakukan oleh setiap kepala daerah dimanapun berada guna menunjang kesejahteraan masyarakat, tidak terkecuali di daerah Kabupaten Labuhanbatu Raya ( Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara ).

Namun bagaimana jadinya jika rencana pembangunan sarana dan prasarana tersebut terkadang tidak tepat sasaran, melainkan terkadang terkesan dipenuhi dengan hasrat kepentingan, bukankah hal tersebut nantinya justru akan menimbulkan pro dan kontra diantara semua kalangan ?. Ya, kondisi demikianlah yang dikhawatirkan salah seorang tokoh pemuda Labuhanbatu Raya, Arifin Siregar yang dikutip oleh penulis dalam satus akun media sosial Facebook pribadi beliau.@ Arifin Elkautsary Siregar.

Dalam satatusnya, Arifin mengatakan beliau sering mendengar bahwa Bupati-Bupati Labuhanbatu Raya ingin membangun lapangan terbang, jalur kreta api, pabrik dan lain-lain, menurutnya, Bupati-bupati tersebut Egois.


" ^^Bupati dan kekuasaan^^^^Antara berfikir maju atau mundur^^

Saya sering dengar bahwa BUPATI BUPATI LABUHANBATU RAYA ingin membangun pelabuhan,lapangan terbang,jalur KA, Pabrik Dll.
Saya katakan : kalian Egois.. !!! Apakah kalian bangun bandara,pelabuhan dll untuk menyenangkan para penguasa??pasti jawabnya,agar ekonomi daerah kita meningkat,kalau bandara, pelabuhan,ada akses akan mudah maka akan menarik investor..bla.bla..bla...huh...bosan dengan itu, lalu ..
Apakah kalian pernah dengar tentang SDLB??
Maukah kalian memperbaiki SDLB?
Maukah kalian membangun SMPLB?
PERNAHKAH KALIAN MEMPRIORITASKAN PEMBANGUNAN SMALB??? Yang seyogianya itu kewajiban sesuai amanah UUD..??? Nanti kalian akan jawab?itu sdah kita fikirkan adinda..hahahah
Kalian tau wahai pejabat terhormat..jika anak anak kita dilabuhanbatu selesai dari SDLB, mereka mau kemana??
Apakah mereka tidak memiliki haq untuk melanjutkan kejenjang ya lebih tinggi??
Apakah mereka bukan aset bangsa??
Kalian akan jawab..mereka bisa lanjut ke Propinsi..
Pertanyaannya..apakah semua orang tua,memiliki dana yg cukup untu itu bung???
Saya berdoa agar anak anak kita terkhusus para pejabat adalah anak anak yg sempurna tanpa kekurangan.amiin
Tpi bagaimana jika tuhan berkata lain bung???
Tolong difikirkan!!!
Hancur hati saya ketika para orang tua menceritakan bagaimana nasib anak mereka setelah selesai menempuh pendidikan dari SDLB.
YAA ALLAH BERILAH KAMI PEMIMPIN YG SIDDIQ, AMANAH, TABLIGH, FATHONAH..AMIIN"



Sementara itu, saat penulis menemui langsung Arifin Siregar terkait status facebook-nya itu, beliau membenarkan isi dari status facebook-nya itu, ia juga mengatakan, sebagai pemangku kebijakan seharusnya pemerintah daerah Labuhanbatu Raya seharusnya jeli dan peka dalam memperhatikan anak-anak berkebutuhan khusus sebagaimana yang di amanahkan undang-undang RI nomor 8 tahun 2016.

"Sebagai pemangku kebijakan daerah, seharusnya pemerintah daerah Labuhanbatu Raya jeli dan peka dalam memperhatikan anak-anak berkebutuhan khusus, sebagaimana yang diamanahkan undang-undang RI nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang desabilitas, bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia menjamin kelangsungan hidup setiap warga negara, termasik para penyandang desabilitas yang mempunyai kedudukan hukum dan memiliki hak asasi manusia yang sama sebagai warga Negara Indonesia dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari warga negara dan masyarakat Indonesia merupakan amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, untuk hidup maju dan berkembang secara adil dan bermartabat; Tandas Arifin.

Monday, 7 May 2018

Jelang Ramadhan, Keluarga Besar Yusrial Suprianto Gelar Santunan Anak Yatim




Keluarga besar Ir. H. Yusrial Suprianto santuni 300 lebih anak yatim dari berbagai daerah kabupaten Labuhanbatu Utara, di RSUD Ayah Bunda Kampung Pajak, Labura pada hari senin (7/5/18).

Kegiatan amal itu selain memberikan santunan dalam bentuk sembako, juga memberikan sejumlah uang.


Santunan anak yatim tersebut merupakan bentuk kegiatan rutinitas keluarga besar Ir. H. Yusrial Suprianto dalam setiap tahun saat hendak menyambut datangnya bulan suci  Ramadhan. 


 “Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, sudah seharusnya kita berbahagia serta berbagi untuk saling tolong menolong sesama umat muslim” kata Anto kepada media.


Disamping itu, ia juga mengajak untuk saling memafkan sesama umat muslim dimanapun berada dalam menyambut datangnya bulan suci ramadhan 1439 hijriah ini.


“Ramadahan sebentar lagi akan datang, hanya tinggal menghitung hari, mari kita saling memafkan dalam menyambut ramadhan ini, agar nanti di bulah suci itu kita dapat beribadah dengan khusuk”, papar ketua DPC PKB Labura itu.







Tuesday, 10 April 2018

Meneropong Lebih Dalam Sosok Pemimpin Ideal


Kualitas pemimpin sangat berpengaruh besar terhadap kemajuan dan kesejahteran masyarakat di dalam suatu daerah. Krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin merupakan suatu kondisi miris yang tidak menutup kemungkinan bisa saja terjadi di suatu daerah tertentu. 
حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَشْهَبِ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ عَادَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ زِيَادٍ مَعْقِلَ بْنَ يَسَارٍ الْمُزنِيَّ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ قَالَ مَعْقِلٌ إِنِّي مُحَدِّثُكَ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ عَلِمْتُ أَنَّ لِي حَيَاةً مَا حَدَّثْتُكَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّىاللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
Abu ja’la (ma’qil) bin jasar r.a berkata: saya telah mendengar rasulullah saw bersabda: tiada seorang yang diamanati oleh allah memimpin rakyat  kemudian ketika ia mati ia masih menipu rakyatnya, melainkan pasti allah mengharamkan baginya surga. (buchary, muslim)
Seogianya, Pemimpin haruslah mempunyai keberanian atas nama rakyat, empati, serta mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mengemban amanah dan wewenang.  Pemimpin yang visioner, kuat dan transformatif, bagaimanapun akan mendorong masyarakat dan segenap elemen di daerah tertentu untuk semakin merasa memiliki tanggung jawab bersama dalam mencapai suatu tujuan yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Seorang pemimpin ideal harus mampu mengusahakan atau menciptakan kemakmuran bagi masyarakat di daerah yang ia pimpin, sehingga masyarakat betul-betul bisa disejahterakan. Pemimpin tersebut wajib memiliki kemampuan untuk membuat kehidupan masyarakatnya menjadi lebih baik.
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ أَنَّ الْقَاسِمَ بْنَ مُخَيْمِرَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا مَرْيَمَ الْأَزْدِيَّ أَخْبَرَهُ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى مُعَاوِيَةَ فَقَالَ مَا أَنْعَمَنَا بِكَ أَبَا فُلَانٍ وَهِيَ كَلِمَةٌ تَقُولُهَا الْعَرَبُ فَقُلْتُ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ أُخْبِرُكَ بِهِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ وَلَّاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَاحْتَجَبَ دُونَ حَاجَتِهِمْ وَخَلَّتِهِمْ وَفَقْرِهِمْ احْتَجَبَ اللَّهُ عَنْهُ دُونَحَاجَتِهِ وَخَلَّتِهِ وَفَقْرِهِ قَالَ فَجَعَلَ رَجُلًا عَلَى حَوَائِجِ النَّاسِ
Abu maryam al’azdy r.a berbicara terhadap muawiyah : aku sudah mendengar rasulullah saw bersabda : siapa yg diserahi oleh allah mengatur kebutuhan kaum muslimin, yg kemudian dia sembunyi dari hajat keperluan mereka, sehingga allah bakal menolak hajat kebutuhan & keperluannya pd hri qiyamat. Sehingga seterusnya muawiyah mengangkat satu orang utk melayani segala hajat keperluan beberapa orang (rakyat).(Abu dawud, Attirmidzy).
Seorang pemimpin harus mampu bersikap adil kepada setiap anggota masyarakatnya. Seorang pemimpin tidak boleh membeda-bedakan masyarakatnya berdasarkan golongan, suku, gender atau agama. Selain itu, pemimpin tersebut harus bersifat objektif tanpa dibarengi kepentingan tertentu. Pemimpin daerah harus berada di tengah atas suatu permasalahan. Ia tidak boleh memihak pada satu pihak atas dasar yang tidak dibenarkan. Intinya seorang pemimpin daerah harus mampu menegakkan keadilan. Seorang pemimpin juga harus selalu berada di tengah–tengah masyarakat di daerahnya agar selalu mengetahui segala hal yang terjadi serta kondisi masyarakatnya. Pemimpin jangan hanya berada di balik meja kantornya. Ia harus turun langsung ke tengah masyarakat. Ia harus mendengar keluh kesah masyarakatnya secara langsung. Lantas berupaya dengan maksimal untuk menyelesaikan segala permasalahan masyarakatnya. Seorang pemimpin adalah pemimpin bagi rakyatnya maka sudah sepantasnya ia merakyat.
Seorang pemimpin harus cerdas dan memiliki wawasan yang luas dalam memimpin masyarakat di daerahnya. Kecerdasan dan wawasan pemimpin tersebut seharusnya menjadi salah satu pertimbangan masyarakat dalam memilih pemimpin di setiap daerahnya masing-masing. Masyarakat jangan sampai memilih pemimpin dengan pertimbangan kekayaan, retorika atau bahkan hanya karena popularitas. Kecerdasan dan wawasan yang luas mutlak diperlukan oleh seorang pemimpin. Wawasan luas akan menjadi dasar bagi kearifan seorang pemimpin daerah untuk menangani setiap permasalahan di daerahnya.
Seorang pemimpin harus mampu menggelorakan dan mengobarkan semangat masyarakat di daerahnya untuk mencapai tujuan bersama. Selayaknya Bung Karno yang menggelorakan dan mengobarkan semangat masyarakat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan, begitu jualah yang seharusnya dilakukan pemimpin di suatu daerah. Ia harus mampu menggelorakan dan mengobarkan semangat masyarakat di daerahnya untuk keluar dari kemiskinan, kebodohan dan segala bentuk keterbelakangan menuju masyarakat yang sejahtera, cerdas dan maju di berbagai aspek kehidupan.
Berani Capek, merupakan suatu kondisi yang harus bisa di lalui oleh setiap pemimpin. Karena seogyanya, Pemimpin hadir di tengah-tengah masyarakat adalah untuk melayani rakyat.

Jadi.. pilihlah pemimpin anda yang betul-betul merakyat, dan berjuang untuk rakyat. Salam Rakyat..!
( MQS )

Friday, 9 March 2018

Kec. Marbau, Kontroversi Listrik Prabayar : PLN Cabut Meteran Tanpa Izin



Pemasangan meteran prabayar yang dilakukan oleh Pihak PLN di desa sipare-pare hilir kecamatan merbau kabupaten labuhanbatu utara  dan dibeberapa daerah lainnya belum lama ini, menimbulkan pro dan kontra ditengah-tengah masyarakat.

Pihak PLN yang melakukan penggantian meteran prabayar  dibeberapa rumah warga tersebut diduga terkesan memaksa, meskipun mereka memiliki kelengkapan surat-surat tugas, termasuk izin dari kepala desa setempat.

Salah seorang warga desa berinisial ( ER ) yang enggan disebutkan namanya, sempat membeberkan kekecewaannya akibat ulah PLN dan pemerintah desa tersebut. Menurutnya, komunikasi pihak PLN dan pemerintah desa terhadap masyarakat untuk penggantian meteran tersebut kurang baik.
“ PLN mengganti meteran kami saat kami tidak berada di rumah, yang lebih parah lagi tindakan pihak PLN ini ternyata didukung oleh pemerintah desa, karna ketika kami tanya terkait itu, pihak desa mengatakan kalau sosialisasi penggantian meteran itu sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari” . Ia juga menambahkan “kami kecewa dengan kinerja PLN dan pemerintah desa, seharusnya ada komunikasi dengan masyarakan terlebih dahulu sebelum melakukan penggantian meteran ” tegasnya.


Sementara itu, tokoh pemuda Labuhanbatu Raya, Arifin Siregar yang merupakan masyarakat kecamatan merbau, saat diminta oleh penulis komentarnya terkait kejadian tersebut mengatakan, “ Harusnya pihak PLN dan Perangkat Desa Harus Lebih jeli dalam mengambil keputusan yang melibatkan orang banyak, begitu juga sebaliknya, masyarakat harus pro aktif dalam mencari informasi dan mengawal kebijakan pemerintah".


Selain itu, ketika diminta solusi atas tindakan pemasangan listrik prabayar Oleh pihak PLN dan Perangkat desa  yang terkesan memaksa itu beliau mengatakan, “Pihak PLN dan pemerintah harus melakukan pensosialisasian ulang dengan melakukan pendataan ulang, antara masyarakat yang setuju atau tidak, jika masyarakat setuju, yah silahkan pasang, jika tidak saya fikir PLN dan pemerintah tidak berhaq memaksakan kehendak, jika upaya sosialisasi  ini tidak dilakukan, kami menduga ada oknum oknum  yang bermain dibelakang ini” tegasnya