Sunday, 5 August 2018

Perdana, Madrasah Al Washliyah Sumber Mulyo Gelar On Day Training
Madrasah Al Washliyah Sumber Mulyo
gelar kegiatan One Day Training
Latihan Kepemimpinan siswa/i, pada hari sabtu sore di ligkungan Madrasah Al
Washliyah Sumber Mulyo, Kec. Marbau, Kab. Labura. (4/8/18).
Kegiatan yang turut melibatkan Aktivis Mahasiswa
sebagai Tim Instruktur dan Pemateri tersebut, merupakan kegiatan internal pihak
sekolah untuk pertama kalinya digelar, dan diikuti oleh sebanyak 36 siswa/i
dari tingkatan Aliyah dan Tsanawiyah.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua
Panitia, Ismadi Ahmad Panganjuina Siregar,S.Pd.I, dalam laporannya ketika Opening
Ceremony.
“Apresiasi
kami yang sebesar-besarnya untuk semua pihak yang telah membantu demi
kesuskesan acara ini, Pihak Panitia, Kepala sekolah Aliyah dan Tsanawiyah, Tim
Instruktur dari kawan-kawan mahasiswa dan Pemateri. Kegiatan One Day Training
ini atau dengan kata lain Latihan Kepemimpinan, merupakan kegiatan untuk
pertama kalinya digelar di sekolah kita ini, dan kepada seluruh pesarta agar
kiranya dapat mengikuti acara ini sampai selesai esok hari” . Papar
Ismadi.
Ia juga menambahkan harapannya kedepan
agar kegiatan One Day Training tersebut dapat di laksanakan secara
kesinambungan.
“Kita
juga berharap, kiranya kegiatan ini tidak cukup sekali ini saja, kiranya
kegiatan ini dapat kita lakukan secara berkesinambungan, entah itu enam bulan
sekali atau mungkin setahun sekali dengan melibatkan peserta yang sekarang
untuk selanjutnya menjadi panitia”. Tandas guru Madrasah Aliyah yang kerap
dipanggil Anju itu.
Sementara itu, Suderno, S.Pd.I, Bidang Kesiswaan Madrasah Aliyah, saat membuka
acara secara ceremony dalam sambutannya mengatakan, kegiatan-kegiatan positif
yang dapat menambah khazanah ilmu siswa/i sebisa mungkin akan selalu di dukung
oleh Pihak sekolah, termasuk kegiatan perdana tersebut.
“Kita
apresiasi kepada semua pihak yang ikut mensukseskan kegiatan ini, termasuk
Panitia, meskipun dengan waktu yang begitu singkat selama dua hari, pihak
panitia akhirnya mampu melaksanakan kegiatan on the training ini dengan baik.
Dan insya Allah, dalam kegiatan apapun, selagi itu kegiatan positif yang dapat
menambah wawasan ilmu siswa/i, kami pikir pihak sekolah, baik itu Aliyah dan
Tsanawiyah pasti akan mendukung”, Ungkap Suderno, yang juga merupakan
mantan aktivis mahasiswa tersebut.
Thursday, 2 August 2018

Arifin Siregar : Selamat Atas Dilantiknya Bapak/Ibu Dekan Univa Lb
Rantauprapat, Kamis (2/8/18). Universitas Al Washliyah ( UNIVA ) Labuhanbatu gelar Pelantikan Dekan di Aula Kampus Univa Labuhanbatu.
Sebanyak tiga Dekan turut dilantik dalam kegiatan tersebut,
Dekan Fakultas Agama Islam (FAI), Siti Rahma Harahap, MA, Dekan Fakultas Teknik
Informatika (FT) Mhd. Bobby Kurniawan, M.Kom dan Dekan Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan (FKIP), Budi Febriani, M.Pd.
Ketiga Dekan tersebut dilantik langsung oleh Rektor Univa
Labuhanbatu, Basyarul Ulya, SH, MM dan dihadiri oleh Civitas Akademik Univa
Labuhanbatu.
Kepada penulis, Arifin
Siregar, S. Sos, salah seorang Alumni dan juga merupakan Eks. Presiden
Mahasiswa Univa Labuhanbatu, menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Dekan
Univa Labuhanbatu untuk periode 2018-2022.
“Jabatan itu bisa menjadi azab dan bisa
juga menjadi ujian tergantung bagaimana kita menyikapinya setelah ALLAH menitipkan
amanah itu kepada kita. Saya ucapkan selamat kepada Bapak/Ibu Dekan yang telah
dilantik, semoga Allah SWT. Senantiasa menurunkan kepada kita keikhlasan dan kesabaran dalam
membina ummat”. Tutup
Eks. Presiden Mahasiswa Univa tersebut.
#MQS
Monday, 23 July 2018

Menyikap Tabir Dinamika Haru Regenerasi HMI Cabang Labuhanbatu Raya
Rantauprapat, Senin 23 Juli 2018. Kontestasi
Pemilihan Ketua Umum pada Konferensi Cabang IX Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI )
Cabang Labuhanbatu Raya yang di buka sejak tanggal 23 Juni di Gedung KNPI
Labuhanbatu lalu, akhirnya usai sudah. Ajang regenerasi kepemimpinan dalam tingkat
cabang tersebut akhirnya tetapkan Rahmad
Jainuri sebagai Ketua Umum untuk periode 2018-2019.
Sebelumnya, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam
( PB HMI ) telah meng-Caretaker Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) Cabang
Labuhanbatu Raya dalam Rapat Harian PB HMI pada hari jum’at, 01 juni 2018, dengan
nomor surat 024/KPTS/A/09/1439 tertanggal
16 Ramadhan 1439 Hijriyah bertepatan dengan 01 Juni 2018. Dalam surat keputusan
PB HMI tersebut, PB HMI menetapkan tiga orang sebagai tim caretaker HMI Cabang
Labuhanbatu Raya untuk selanjutnya melakukan Konferensi Cabang, yakni Ranto
Bangun Harahap ( Koordinator ), serta M. Eka Juanda dan M. Roni sebagai
Anggota.
Pelaksanaan Konferensi Cabang tersebut baru dapat
digelar pada hari sabtu 23 juni 2018 di gedung KNPI Labuhanbatu oleh tim Caretaker
dan dihadiri oleh utusan dan peninjau dari komisariat Se-kawasan Cabang
Labuhanbatu Raya, Komisariat Y-ULB Labuhanbatu, Komisariat Y-ULB Labusel,
Komisariat Y-ULB Labura, Komisariat UNISLA, Komisariat Sabilillah, dan
Komisariat Al-Kautsar Sabilillah.
Saat hendak dibukanya Konferensi tersebut secara
forum, tepatnya ketika tahap registrasi, terjadi adu mulut antara tim caretaker
dengan peserta, hingga akhirnya harus berujung dengan deadlock. Dan seketika itu juga, tim caretaker meninggalkan forum
tersebut tanpa sebuah kejelasan.
Sepekan setelah kejadian deadlock-nya forum konferensi tersebut, belum ada terdengar
informasi atau undangan dari tim caretaker untuk membuka kembali forum
ter-absah internal HMI di tingkat cabang tersbut, memasuki pekan kedua dan
ketiga juga dalam kondisi yang sama. Hingga pada akhirnya, pada awal
pertengahan pekan ke empat terdengar isu yang beredar bahwa berkas Hasil-hasil
Konferensi Cabang IX HMI Cabang Labuhanbatu Raya telah sampai ketangan Pengurus
Besar Himpunan Mahasiswa Islam ( PB HMI ) tanpa sepengetahuan beberapa
komisariat, yakni Komisariat Sabilillah, Komisariat Y-ULB Labuhanbatu dan
Komisariat Al-Kautsar Sabilillah.
Ketua Umum HMI Komisariat Sabilillah, Mhd. Tafsir
Tambunan, saat ditanya terkait konferensi tersebut mengatakan, tim caretaker PB
HMI tidak cakap dalam melaksanakan amanah organisasi, menurut tafsir tim
caretaker terkesan tebang pilih dalam menghantarkan Ketua Umum HMI Cabang
Labuhanbatu Raya.
“Kita sangat
sayangkan sikap tim caretaker PB HMI, terkhusus abanganda Ranto Bangun Harahap
selaku koordinator. Caretaker seharusnya tidak pilih tebu dalam pelaksanaan
Konfercab ini, apalagi memihak. Sebab Konfercab adalah refresentasi dari setiap
komisariat, artinya semua komisariat harus dilibatkan dalam setiap sesi
pelaksanaan forum konfercab itu, karena Konfercab adalah ajang pembelajaran
bagi komisariat, bukan semau-maunya dengkul caretaker itu yang bisa membuka dan
menutup forum tanpa melibatkan semua komisariat”. Tandas Tafsir.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum HMI
Komisariat Y-ULB Labuhanbatu, Trisno Hadi. Menurut Trisno, HMI Cabang
Labuhanbatu Raya akan tetap menghadapi dinamika apabila proses pengambilan
keputusan tertinggi di tingkat cabang tidak sesuai dengan mekanisme organisasi.
“ Tindakan tim
caretaker kami pandang seperti anak-anak, seharusnya caretaker berusa
memperbaiki dinamika yang telah melanda HMI Cabang Labuhanbatu Raya, Forum
Konfercab adalah wadahnya, bukan memperbaiki malah caretaker justru memperkeruh
suasana karena tidak menjalankan Mekanisme organisasi yang ada seharusnya”. Papar Trisno.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Komisariat
Al-Kautsar Sabilillah, Heriansyah Lubis mengatakan, karena terdengar isu bahwa
tim caretaker PB HMI telah memasukkan hasil-hasil Konfercab HMI Cabang
Labuhanbatu Raya, membuat komisariat yang tidak dilibatkan menggugat tim
caretaker dengan menghantarkan surat gugatan ke PB HMI.
“Kita kecewa betul
dengan tindakan tim caretaker PB HMI yang tidak mampu menjalankan tugas
organisasi, yang kami pikir seperti tidak paham mekanisme sidang-sidang HMI,
kalau mereka paham seharusnya mereka tidak seperti ini, cocoknya mereka itu
harus mengikuti Latihan Kader I lagi. Setelah kami dengar adanya isu bahwa
caretaker telah menghantarkan berkas hasil Konfercab ke PB HMI, maka kami
komisariat yang tidak dilibatkan menggugat caretaker itu, kami menuntut agar
mereka diganti. Dan perlu di ingat, kami tidak akan patuh jika proses pengambilan keputusan ( Konfercab ) tidak sesuai dengan aturan main organisasi. Oleh sebab itu, kami telah sepakat untuk mengangkat abanganda Rahmad
Jainuri sebagai Ketua Umum HMI Cabang Labuhanbatu Raya Periode 2018-2019”. Ujar Heri.
Hingga saat sampai berita ini diterbitkan, belum
ada upaya dari PB HMI untuk menyelesaikan dinamika yang melanda HMI Cabang
Labuhanbatu Raya ini.
Semoga
apa yang kita harapkan senantiasa berada dalam ke-Ridhoan Allah SWT. Aamiin.
Bahagia HMI, Jayalah KOHATI.
Yakin Usaha Sampai.
Thursday, 19 July 2018

OTT KPK : Arifin Sebut Pangonal Bupati Terkuat Sepanjang Sejarah Labuhanbatu
Penangkapan Bupati Labuhanbatu, H.
Pangonal Harahap, SE, M.Si, terkait operasi tangkap tangan ( OTT ) yang
dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) di Bandara Soekarno Hatta pada
selasa malam (17/7/2018) lalu, cukup banyak menyita perhatian publik.
Peristiwa yang menimpa Bupati Labuhanbatu yang masih
baru menjabat 17 bulan tersebut membuat warna warni perasaan dari berbagai
pihak, ada yang merasa sedih, berduka, dan ada juga yang berempati, tidak terkecuali
salah satu tokoh pemuda Labuhanbatu Raya, Arifin Elkautsry Siregar, S.sos.
Kepada
penulis, Arifin Siregar menyampaikan bela sungkawanya atas apa yang telah menimpa
bupati Labuhanbatu ke-18 itu. Menurut Arifin, H. Pangonal Harahap adalah Bupati
terkuat sepanjang sejarah Labuhanbatu, sebab beliau adalah Bupati pertama yang
tertagkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), ini sesuai dengan
Firman Allah SWT. QS. Al-Mukminun : 62
“Dan Kami tidak membebani seseorang melainkan
menurut kemampuannya,
” Kita cukup
berprasangka baik terhadap tuhan, bahwasanya diantara ke 18 bupati yang ada,
hanya Pangonal lah yang mampu memikul ujian ini”, ucap pemuda berbintang taurus
tersebut.
Disamping itu, pemuda kelahiran
Sipare pare tengah itu juga menyampaikan
harapannya agar pemimpin yang akan memegang estapet berikutnya, untuk lebih
cerdas dan bijaksana dalam bersikap, serta mengutamakan kepentingan rakyat.
“Untuk
Pangonal dan keluarga agar bersabar,sebab pasti ada hikmah dibalik ini. Kita juga
berharap, pemimpin yang akan memegang estapet berikutnya untuk lebih cerdas dan
bijaksana dalam bersikap, serta mengutamakan kepentingan rakyat, sebab rakyat
telah memilih dan mempercayakan amanah itu kepada kita, maka jangan kecewakan,
dan fokus terhadap visi misi menuju Labuhanbatu sejahtera”, tandas Arifin disela-sela kesibukannya.( 20/7/2018 ).
mqs
Thursday, 7 June 2018

Sudahkah Anda Mendapat THR ?, Hehehe..
Di Indonesia, apabila sudah
menjelang hari raya keagamaan, ada hal yang unik yang menjadi ciri khas tersendiri
bangsa ini menjelang hari raya keagamaan, menanti-nanti turunnya THR. Apakah
sebenarnya THR itu? Apakah THR merupakan bentuk kesejahteraan yang diberikan
oleh perusahaan, budaya Indonesia, atau kewajiban perusahaan sesuai
undang-undang?
THR adalah pendapatan
pekerja yang wajib dibayarkan pengusaha kepada pekerja atau keluarganya
menjelang hari raya keagamaan yang berupa uang atau bentuk lain. THR merupakan
salah satu program kesejahteraan yang diatur dalam undang-undang. Hal ini
sesuai dengan yang diatur pada Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
THR diberikan kepada
karyawan atau pekerja menjelang hari raya keagamaan. Ada beberapa perusahaan
yang membagikan THR untuk seluruh karyawan sesuai dengan hari raya umat
mayoritas, namun ada pula yang membagikan THR sesuai hari raya keagamaan yang
dianut karyawan yang bersangkutan. Misalnya saja, THR diberikan menjelang hari
raya Idul Fitri bagi karyawan beragama Islam atau Natal untuk Kristen. THR hanya diberikan
satu kali selama setahun bagi karyawan yang telah memiliki masa kerja 12 bulan atau
lebih. Sementara bagi karyawan yang belum memiliki masa kerja satu tahun, namun
telah bekerja minimal tiga bulan terus-menerus, maka akan diberikan THR dengan
perhitungan proporsional. Menurut aturan yang berlaku, pemberian THR
selambat-lambatnya diberikan tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.
Apabila dikaitkan
dengan filosofinya, THR merupakan bagian dari imbal jasa yang bersifat tidak
langsung, namun diberikan dengan alasan perayaan keagamaan, tidak terkecuali
Idul Fitri sebagai Hari Raya Umat Muslim.
Ya,
Hari raya idul fitri 1439 Hijriah tinggal menghitung hari, desas-desus THR
barangkali sudah tidak asing lagi di telinga kita, barangkali semua itu adalah
sebagian dari semarak dalam menyambut bulan yang fitri. Lantas, SUDAHKAN ANDA
MENDAPAT THR ?, Hehehe.
Selamat
Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir
dan Bathin.
By :
Sunday, 3 June 2018

Zainul Arifin : Perkembangan Teknologi, Mahasiswa Teknik Informatika Harus Menghimpun Diri
Mahasiswa Teknik Informatika dimanapun berada, harus mampu bergerak kolektif dalam melakukan pemahaman kepada khalayak umum untuk lebih efektif dalam menggunakan kecanggihan teknologi dan mampu menjaga stabilitas generasi bangsa. Demikian pandangan salah seorang Mahasiswa smester empat Teknik Univa Labuhanbatu, Zainul Arifin, saat berdiskusi dengan penulis di beberapa agenda tertentu.
Menurutnya, demi menjaga stabilitas kualitas generasi muda, mahasiswa teknik harus memasifkan gerakan Himpunan Mahasiswa Jurusan ( HMJ ) untuk menghindari intoleransi dan sifat hedonisme.
"Saya melihat perkembangan zaman sekarang yang sering disebut zaman milenial ini, banyak yang keblinger/keliru dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi yang kebanyakan dalam penggunaan smartphone termasuk generasi-generasi muda bangsa saat ini, apalagi dengan adanya beberapa aplikasi yang meruntuhkan generasi muda, jadi mahasiswa teknik informatika yang tergabung dalam HMJ harus memasifkan gerakan untuk menghindari intoleransi dan hedonisme"
Ia juga mengatakan, bahwa beberapa pendapat yang mengatakan penggunaan kecanggihan teknologi adalah kebebasan/kemerdekaan manusia, malah seperti toleransi impresif dan hedonisme, oleh karena-nya Ari menghimbau supaya mahasiswa teknik informatika menghimpun diri dalam HMJ dimanapun berada, agar mampu bergerak kolektif.
"Beberapa pendapat mereka mengatakan sebagai kebebasan/kemerdekaan manusia yang tidak perlu dicampuri manusia lainnya, namun kebebasan yang dimaksud itu saya melihatnya malah seperti toleransi impresif ( sesuatu yang kelihatannya sebagai kebebasan padahal nyatanya adalah penindasan ) dan beberapa individu menjadi Hedonisme ( pandangan yang menganggap kesenangan dan materi sebagai tujuan hidup ), oleh sebab itu sebagai mahasiswa Teknik Informatika yang bersentuhan dengan teknologi, saya berharap agar teman-teman Mahasiswa Teknik Informatika menghimpun diri dalam HMJ Teknik Informatika dimanupun berada, agar mampu bergerak kolektif dalam melakukan pemahaman kepada khalayak umum untuk lebih efektif dalam menggunakan kecanggihan teknologi dan mampu menjaga stabilitas generasi bangsa", pungkas Arie, yang merupakan kader HMI itu.
"Beberapa pendapat mereka mengatakan sebagai kebebasan/kemerdekaan manusia yang tidak perlu dicampuri manusia lainnya, namun kebebasan yang dimaksud itu saya melihatnya malah seperti toleransi impresif ( sesuatu yang kelihatannya sebagai kebebasan padahal nyatanya adalah penindasan ) dan beberapa individu menjadi Hedonisme ( pandangan yang menganggap kesenangan dan materi sebagai tujuan hidup ), oleh sebab itu sebagai mahasiswa Teknik Informatika yang bersentuhan dengan teknologi, saya berharap agar teman-teman Mahasiswa Teknik Informatika menghimpun diri dalam HMJ Teknik Informatika dimanupun berada, agar mampu bergerak kolektif dalam melakukan pemahaman kepada khalayak umum untuk lebih efektif dalam menggunakan kecanggihan teknologi dan mampu menjaga stabilitas generasi bangsa", pungkas Arie, yang merupakan kader HMI itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)









